Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Kita hanya perlu untuk mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah pikiran untuk memahami ketakutan kita. Maka kita akan menemukan keberanian untuk menghadapinya. Jangan sembunyikan, tunda atau berhenti untuk memecahkan masalah kita. Karena bahayanya bukan karena masalah itu semakin membesar, namun pikiran kita yang semakin kerdil; pandangan kita yanng semakin sempit.

Berjalan menuju keberhasilan kita adalah berjalan di hutan lebat. Jangan berhenti hanya karena semak belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya belaka. Kita harus mampu melewatinya.

Sekali kita mampu mengatasi ketakutan, kita memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami bahwa semua itu sangat baik bagi kekuatan kita untuk menghadapi kesulitan yang lebih besar

Jalan keberhasilan ini adalah milik kita. Pada saat kita menyadari bahwa kita bertanggungjawab penuh atas segala sesuatunya, dan kita tak menemukan alasan apa pun untuk menyalahkan orang lain, di saat itulah kita menemukan jalan kita sendiri. Di saat itulah kita menyadari kebebasan dan hilangnya ketakutan. Hanya kita yang mampu memikul hidup kita, bukan orang lain.

Bila kita menganggap hidup adalah suatu tugas, tunaikanlah. Bila kita menganggap hidup adalah beban, pikullah. Bila kita menganggap hidup adalah harta karun yang tak terhingga, berbagilah. Kerjakan yang terbaik dari diri kita. Tujuan hidup akan kita temukan di saat kita menjalani perjalanan kita.

Dan yang terpenting, kita tak kan menemukan apa-apa bila diam tak melakukan sesuatupun

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Dengan pkitangan tajam, kita melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita. Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.

Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak kan menjadi seseorang yang sejati.

Bila kita tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya kita melihat lagi langkah kita. Jangan-jangan kita tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun kita untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin kita untuk mengambil tindakan yang lebih baik. Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus kita kerjakan.

Colombus melakukan “kesalahan” yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti “kesalahan” tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah kita menganggapnya sebagai kesalahan?

Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa kita. Karena, di balik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita, namun juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.

Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan kita yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Kita harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada kita. Mulailah melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita.

Semua itu haruslah berasal dari hati kita. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.

Kita memang dapat melakukannya. Dan tak seorang pun dapat menghentikan langkah kita kecuali kita sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah memutuskan apa yang ingin kita raih. Tanpa tujuan, kita mungkin tak pergi kemana-mana. Atau, malah tiba di tempat yang tak kita inginkan. Tujuan menyediakan garis start untuk memulai, jalan untuk dilalui, dan tempat untuk dituju. Pahamilah bahwa tujuan memberi kita segalanya.

Tanpa tujuan seluruh kekuatan kita sebagai manusia sejati bisa jadi sia-sia. Tanpa tujuan, kita ibarat perahu kuat dengan layar terkembang yang terombang-ambing ombak tanpa nakhoda. Seberapa tangguh perahu itu mengarungi samudra, ia takkan mencapai pantai mana pun. Alih-alih mendarat di tanah impian, malah tenggelam ke dasar laut menjadi sebongkah rumah ikan.

Kita hanya perlu memutuskan, maka tujuan takkan menyia-nyiakan kita, kecuali kita memutuskan untuk tak meraihnya.

Satu-satunya yang membatasi diri kita di jalan keberhasilan adalah pikiran kita sendiri; yaitu pikiran yang mengatakan bahwa kita tak bisa mencapai tujuan kita. Tidak cukup hanya sekedar memiliki tujuan, kita harus berani menyingkirkan pikiran yang menghambat kita. Tanamkan pikiran dan sikap positif. Katakan pada diri kita sendiri bahwa kita akan berhasil, kita mampu meraihnya; kita sanggup mencapainya. Maka sesuatu yang luar biasa terjadi, kita memang benar-benar berhasil meraih tujuan kita. Buanglah keterbatasan pikiran kita, maka kita akan menemukan kebebasan serta kekuatan untuk meraih apa saja yang kita inginkan.

Tak perlu menjadi seorang yang gagah berani untuk mengarungi angkasa luar. Dengan pikiran yang bebas dan tak terbelenggu, Stephen Hawking, jenius cacat yang kesulitan untuk ke kamar kecil itu, mampu bercerita tentang keajaiban alam raya. Kini kita bisa perhatikan, keajaiban itu sebenarnyaa terletak di pikiran beliau.

Kita telah memilikinya, bebaskan dari belenggu keterbatasan, maka kita dapat mewujudkan tujuan kita.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.